Sunday, May 15, 2005

waddaya think about hip hop?

gw lagi ngerjain final project buat radio assignment. it's a 20 minutes radio program. trus kita mutusin buat ngerjain topiknya sekitar hip hop. sounds dull? banget. sangat amat dull malahan. tapi kita (me n my groupmate) mutusin tema ini karena dia udah pernah nginterview salah satu underground hip-hopper. ergo, we can use the interview dan berarti kita udah ngerjain a chunk of the project. hehehe pandai ya kita?

nah, dibagilah tugas. gw kebagian ngerjain vox pop. cuma 3 menit. sounds easy peasy huh?
and oh, buat yang gak tau vox pop itu apa, here's a definition taken from wikipedia:
==quote==
"Vox populi, which means literally in Latin voice of the people, is often used in broadcasting for interviews of members of the 'general public'; usually the interviewees are shown in public places, and supposed to be giving spontaneous opinions in a chance encounter — unrehearsed persons, not selected in any way. As such, they are almost always referred to by broadcast journalists as the abbreviated vox pop.
Because the results of such an interview are unpredictable, at best, usually vox pop material is edited down very tightly; doing it live is mostly impractical. This presents difficulties of balance, in that the selection used ought, from the point of view of journalistic standards, to be a fair cross-section of opinions."

==end of quote==

nah, get that? brati gw musti interview orang2 kan? singkat2nya sih, not more that a minute interview. gampang lagi. cuma pick a person, greet them briefly, tell them what im doing concisedly, yadayadayayda, ask them the real questions, they answer the questions, and voila, it's done. gampang banget kalo gitu ceritanya.

masalahnya...
gak semua orang bisa di interview.
gak semua orang mau di interview.

beberapa hal yang gw dapet dari seharian keliling2 kemaren adalah:

- orang takut sama kamera.
jadi gw ngerjain voxpopnya pake handycam kan *sambil peluk2 ndun dan egi yang udah berbaik hati meminjamkan handycam dan baterenya hehe*. walaupun gw pake handycam, tapi gw gak berniat ngerekam muka orang2 itu, cuma suaranya doang. no visual at all, just the audio.
nah gejala2 orang2 yang gw mau interview, rata2 ngehindar begitu ngliat kamera gw. jadilah dialog seperti berikut ini:

me, approaching the person: heey, do you happen to like hip hop music?
the person, looks interested. then s/he looks at my face, observing my appearance, and up to the point where s/he sees the camera, and then answer with one deadly word: NO.
karena mereka tau, NO disini adalah kata kunci yang memutuskan percapakan dengan segera. mereka tau YES berarti adalah password untuk segera meneruskan interview.

and it sucks. untung gw cerdas. untung gw interview bener2 dibantu sama orang ini, jadi bener2 ada temen seperjuangan. *eh mulai gak nyambung ya?*

akhirnya setelah menganalisa gejala sosial *halah2* seperti di atas, gw dengan cerdasnya nyembunyiin handycam dan mic-nya dulu pas gw ngeapproach people. lumayan sukses juga, banyak korban2nya juga. BUSTED! wahahaha *devilish laugh*

-gejala sosial kedua adalah:
gak semua ABG melbourne suka hip hop. pas gw bikin outline project ini, me n my groupmate ngiranya ABGlah yang bakal kita interview. demographically speaking, around 15-19 years of age. tarnyata saya salah total. ada ABG ni, penampilannya super hiphop gitu, persis kaya cewe yang di video klip ludacris *you knowlah gimana*, pas gw tanya, eh dia jawapnya gini: no, i'm not into hip hop. i listen to CLASSICAL MUSIC.
ternyata penampilan benar2 bisa menipu.

-gw baru tau di JAM FACTORY itu, as maybe any other malls in melbourne, gak boleh ngerekam; baik audio maupun visual. walhasil, sia2 perjalanan gw dari melbourne central ke jam fac, naik tram di siang hari bolong. dimarahin security who doesnt even speak english fluently. sebel. padahal jam fac mungkin spot yang sangat bagus buat nyari korban2 gw. banyak banget ABG disitu, tapi if i link it back to my analysis yang penampilan ABG ternyata bisa menipu, ya gak tau juga ya. tapi sapa tau. huhu akhirnya dengan tangan kosong, balik lagilah gw ke melbourne central.

-culturally speaking, orang asia lebih pemalu daripada orang bule. tapi kalo asia gini, dia kalo gak mau ya dia malu2 nolaknya, dan kalo mau ya jawapnya malu2 juga. intinya malu2 deh orang asia. beda sama bule, kalo dia mau, ya dia jawap santai gitu, gak malu2, walaupun kadang2 malu2in. ada satu bule yang gw tanya whether or not he likes hip hop, and he responded, "yes, but you're not gonna ask me to rap, are you?"
hueheue GR aja ni si oom. hehehe gemblung.
tapi bule itu, kalo dia gak tertarik ataupun nolak, pasti mukanya langsung super acuh gitu, ngajak berantem dah kalo gak sabar2 huhuhu.
but i'm just generalising here. gak semua asia malu2, gak semua bule malu2in dan nyebelin.

intinya, kemaren was one hell of a day. super seru, ngerasain banget ditolak orang puluhan kali. dari stengah dua siang, sampe jam 7 malem, gw cuma dapet worth 13 minutes!! ngajak gilak, asli.
keliling2 melben di tutup dengan interview dari rumah capri (inne, manda and minus nidya plus satu penyelundup yaitu tito), lumayan juga dapet bahan cela2an seumur hidup.

contohnya tito:
ditanya kenapa doyan hip hop, jawapnya gini: yea, i like hip hop cuz its a reflection of myself, AS A FUNKY PEOPLE. substantially and grammatically, dua2nya gak ketolong. salah, tapi kocak. jadilah kmrn semaleman doi dicela2 hiahiahiahia =P

inne:
my favourite artist is black eyed peas. i like them bcuz the vocallist is so hot. not that i'm a lesbian, but if i were a guy i would definitely fall for her.
gw udah wanti2 biar gak bilang negro ataupun kata2 offensive lainnya, eh dia bilang lesbi. wakakakka geblek.

manda:
sempet ngambek karena artis favoritnya diambil tito, yaitu eminem. akhirnya dia milih aja gitu gorillaz, secara kita gak tau dah gorillaz itu termasuk hip hop apa enggak. heuehuehue

dan sejuta hal2 kocak lainnya. dan sejuta pengalaman berharga lainnya. dan sebuah kesadaran: DAMN! gw harus transfer bahan interviewnya ke kumpie, n musti ngedit. aaargh perjalanan masih panjang!

No comments: